*** NEXT RACE : Sepang, Malaysia; 21 October 2012; LIVE on Trans7 at 1 PM ***

Minggu, 16 September 2012

Mana Yang Lebih Hebat : Casey Stoner atau Valentino Rossi?


Kebanyakan orang, apalagi apabila dia termasuk fans berat Rossi, tentu dengan mantap menjawab, Rossi lebih hebat. Namun beberapa statistik berikut ini menunjukkan hal yang berbeda. Berikut catatan tersebut:
Rossi dan Stoner pertama kali membalap bersama dalam satu lintasan pada tahun 2006. Dimana pada tahun itu, Rossi sudah mengoleksi lima gelar juara dunia dan Stoner masuk ke MotoGP sebagai rookie bersama LCR Honda. Tahun pertama kiprahnya di MotoGP lebih banyak diwarnai dengan seringnya Casey Stoner terjatuh saat balapan, hingga dia mendapat julukan "The Rolling Stoner".
Namun karir Casey Stoner melesat bak meteror saat dia bergabung bersama Ducati pada tahun 2007. Semua orang tentu mengakui betapa superiornya dia waktu itu: memenangi 10 dari 18 balapan, dan meraih lima pole position sekaligus meraih gelar juara dunia pertama untuk pembalap Australia tersebut sekaligus gelar juara dunia untuk Ducati.
Tahun berikutnya, Rossi dan Stoner sama-sama mengunakan ban Bridgestone. Tentu kita sama-sama ingat salah satu balapan terbaik saat itu dimana  Rossi dan Stoner saling memepet di Corkscrew Laguna Seca, yang berakibat Stoner melebar dan jatuh ke gravel. Meski kemudian Stoner berhasil bangkit dan finish di posisi dua, sejak saat itu lah genderang persaingan diantara keduanya ditabuh.
Catatan berikut ini patut disimak. Bahwa dalam enam tahun mereka bertarung di MotoGP (sejak Stoner masuk MotoGP tahun 2006), Stoner ternyata melampaui catatan Rossi. Dalam periode tersebut, keduanya berhasil merengkuh gelar juara dunia sebanyak dua kali. Stoner di tahun 2007 dan 2011, sedangkan Rossi pada tahun 2008 dan 2009. Namun pada periode tersebut Stoner memenangi balapan sebanyak 33 kali, sedang Rossi hanya 26 kali. Stoner berhasil mendapatkan pole position sebanyak 34 kali, dan Rossi hanya 19 kali.
Tentu saja catatan di atas dibuat hanya merujuk pada periode saat Stoner dan Rossi bersama. Tentu tidak adil jika banyak hal diluar periode tersebut tidak dimasukkan dalam perbandingan. Tentu setiap orang memiliki alasan tersendiri untuk menjadikan seorang pembalap menjadi idolanya. Jadi, semuanya kembali pada anda masing-masing untuk menyimpulkan siapa yang paling hebat: Casey Stoner atau Valentino Rossi?
Read more >>

Rossi: Bisa Saja Podium ...


Berbekal sasis dan swing arm baru hasil pengujian beberapa waktu yang lalu di Misano, Valentino Rossi merasa memiliki kesempatan untuk bersaing dengan pembalap-pembalap di barisan depan, bahkan bisa saja meraih podium. Pada sesi kualifikasi balapan Misano, Rossi berhasil start dari barisan ke 2, start dari posisi ke 6. Menurut Rossi, baris kedua adalah posisi yang baik untuk memulai balapan. Selain itu catatan waktu yang hanya berbeda 0,7 detik adalah modal berikutnya. Walaupun tidak berharap bersaing dengan Pedrosa dan Lorenzo, tapi jarak dengan Yamaha satelit dan Ben Spies tidak lah terlalu jauh. Inilah yang membuat Rossi cukup optimis pada balapan Misano kali ini.
Meskipun problem utama belum berhasil diatasi, sasis dan swing arm baru tersebut terbukti berpengaruh cukup signifikan, bahkan bisa disebut sebuah langkah maju. Rossi mengaku bisa berganti posisi mengendara dengan nyaman, sehingga Desmosedici lebih stabil dan mudah dikendarai. Kedua komponen tersebut juga berpengaruh pada ban belakang, yang biasanya menghentak saat keluar tikungan, kini terasa lebih halus. Dengan kondisi ini, Rossi cukup yakin bahwa pada balapan kali ini dia bisa bertarung untuk memperebutkan podium ketiga. Meski demikian, kinerja ban belakang tetap menjadi perhatian Rossi, karena kinerja ban belakang inilah yang bisa menjadi sandungan baginya untuk meraih podium.
Perihal keawetan ban belakang sebenarnya sudah menjadi masalah yang cukup lama buat Ducati. Rossi dalam beberapa race sebenarnya cukup memiliki kecepatan pada awal balapan. Namun apabila ban belakang mulai habis dan ban belakang mulai sering sliding, maka kecepatan Rossi langsung drop. Saat tes di Misano beberapa waktu yang lalu, sebenarnya Rossi sudah menjajal setup dengan dua komponen baru tersebut dalam banyak putaran. Namun tentu saja, dalam pengujian Rossi tidak langsung melakukan banyak putaran dalam sekali jalan, namun hanya beberapa putaran lalu kembali ke pit untuk merubah setup. Demikian dilakukan berulang-ulang. Sehingga biarpun melakukan banyak putaran, pengaruh dua komponen baru tersebut belum bisa diketahui secara pasti. Namun yang pasti, dengan berkurangnya hentakan dan sliding saat keluar tikungan, sedikit banyak pasti akan memperpanjang umur ban belakang.
Kita lihat saja hasilnya dalam race Misano, beberapa saat lagi ....
Read more >>

Minggu, 09 September 2012

Ternyata Andrea Iannone Lebih Cepat Dari Valentino Rossi...


Ternyata Andrea Iannone Lebih Cepat Dari Valentino Rossi...
Meski kalah pengalaman dan nama besar dibandingkan dengan kompatriotnya Valentino Rossi, namun fakta menunjukkan bahwa dalam hal menaklukan Ducati Desmosedici, pembalap Moto2 asal Italia, Andrea Iannone ternyata lebih mumpuni. Hal ini terkuak saat pembalap yang nantinya tergabung dalam konsep Ducati Junior bersama tim Pramac Ducati pada musim 2013 ini melakukan uji coba di Mugello baru-baru ini. Catatan waktu yang ditorehkannya adalah 1 menit 48.3 detik, lebih cepat dibanding catatan waktu kualifikasi yang diperoleh Valentino Rossi dalam balapan Mugello beberapa waktu yang lalu. Meski mencatatkan waktu yang mengesankan, Iannone menegaskan bahwa tidak mudah untuk dirinya dalam menaklukkan Ducati.
Iannone mengisyaratkan bahwa musim depan dia akan bergabung bersama Ducati di kelas MotoGP. Menurutnya, meski belum diumumkan secara resmi, masa depannya sudah hampir dipastikan. Seperti yang menjadi dugaan banyak orang, Iannone diperkirakan akan bergabung bersama Pramac Ducati, berbalut konsep Ducati Junior. Rintisan tim untuk membalap bersama tim Ducati pabrikan.
Selain Iannone, beberapa nama sudah dikait-kaitkan dengan Ducati Junior ini. Antara lain Ben Spies, Scott Redding dan Danilo Petrucci.
Read more >>

Rabu, 15 Agustus 2012

Pernyataan Pertama Rossi Setelah Kepindahannya Dari Ducati ke Yamaha

Crash.net -- Inilah komentar pertama Valentino Rossi, setelah secara resmi dia meninggalkan Ducati dan kembali ke Yamaha untuk musim 2013, seperti yang dia tulis pada akun Twitter resminya (@ValeYellow46) :
"Benar-benar memalukan tidak dapat kompetitif bersama Ducati. Seharusnya (menjadi kompetitif bersama Ducati) akan menjadi kepuasan luar biasa buat saya dan semua orang yang bekerja dengan saya dan akan sangat menyenangkan tifosi kami. Maafkan saya.
Anyway, masih ada 8 balapan lagi dan kami akan terus berupaya mencapai hasil terbaik. Ciao semuanya dari Indy. #valeducati"
Pernyataan berikutnya berasal dari rilis resmi tim Ducati :
"Masa jeda kemarin memberi kesempatan untuk membuat keputusan penting untuk masa depan. Namun sekarang saya ingin kembali berpikir tentang balapan, karena saya ingin membuat peningkatan. Dan penting buat kami untuk tetap fokus tentang apa yang harus kita kerjakan selama akhir pekan ini.
Indianapolis bukan merupakan track favorit saya, meskipun saya pernah menang di sini. Track ini berbeda, karena ada bagian yang memiliki arah yang berlawanan, sehingga race line sedikit aneh di beberapa tikungan. Ini track yang sulit, tapi kita akan coba bersenang-senang dan melakukan yang terbaik."
Read more >>

Stoner : Rossi Tidak Melakukan Apapun Kecuali Mengeluh ...

Stoner : Rossi Tidak Melakukan Apapun Kecuali Mengeluh ...

Crash.net - Casey Stoner mengeluarkan pernyataan yang cukup pedas soal Valentino Rossi dan Jeremy Burgess, menyusul kembalinya Rossi ke Yamaha. Stoner menilai selama berada di Ducati, Rossi tidak melakukan banyak hal selain hanya mengeluh dan mengeluh. Kepindahan Rossi ke Ducati pada tahun 2010 yang ditemani oleh seluruh krunya, termasuk kepala kru Jeremy Burgess, adalah dengan mengusung target menjadi pembalap pertama yang juara dunia dengan tiga merk motor yang berbeda. Namun misi ini nyata-nyata telah gagal, termasuk keinginan membuat Ducati menjadi "motor yang bisa menang siapapun penunggangnya". Selama bersama Ducati, Valentino Rossi hanya memperoleh dua kali podium dari 27 kali balapan.
Lebih lanjut Stoner menggaris-bawahi sesumbar dari Jeremy Burgess yang akan menyulap Desmosedici menjadi motor yang kompetitif hanya dalam waktu 80 detik. Setelah sudah hampir dua tahun berselang, Rossi dan Burgess tidak mampu menghasilkan terobosan. Stoner bahkan menyebut Rossi dan Burgess "termakan oleh sesumbar mereka sendiri". Menurut Stoner, meski kondisi motor yang tidak sempurna, seharusnya Rossi tetap membalap habis-habisan, mendorong dan memaksa motor sampai mencapai batasnya. Namun Rossi jelas-jelas tidak melakukan hal seperti itu, lanjut Stoner.
Stoner menambahkan, dia merasa kasihan dengan Ducati karena dengan kedatangannya ke dalam tim merah, Valentino Rossi tidak banyak melakukan hal selain hanya mengeluh soal ketidaksempurnaan motor selama hampir dua tahun.
Stoner dan Rossi memang memiliki hubungan yang kurang bagus. Padahal mereka hanya dua kali berhadap-hadapan dalam perebutan gelar juara dunia di musim 2007 dan 2008. Tapi masih ingatkah mengenai komentar Stoner setelah dia diseruduk Rossi di LeMans tahun 2011? Meski Rossi meminta maaf pasca insiden tersebut, rupanya sampai sekarang belum ada tanda-tanda hubungan mereka membaik. Apakah Rossi akan membalas pernyataan Stoner ini?
Read more >>

Kamis, 09 Agustus 2012

Masao Furusawa Mengaku Dihubungi Ducati

Masao Furusawa Mengaku Dihubungi Ducati

Crash.net --- Masao Furusawa, orang terpenting dibalik proses pengembangan Yamaha sehingga Yamaha berubah dari motor yang hanya meraih satu podium pada tahun 2003 menjadi motor juara dunia pada tahun 2004, mengaku bahwa baru-baru ini dia diminta Ducati untuk membantu mereka (dalam pengembangan Desmosedici, pen.)
Hal ini merupakan upaya terakhir Ducati untuk meyakinkan Valentino Rossi agar tetap bertahan di Ducati musim depan. Rossi yang kecewa dengan performa Ducati, diperkirakan akan kembali bergabung dengan Yamaha untuk musim depan. Pengumuman resminya sendiri tinggal menunggu waktu. Diperkirakan Yamaha akan mengumumkan secara resmi pada tanggal 15 Agustus, sehari sebelum rangkaian balapan Indianapolis digelar.
Adalah wartawan Jepang Akira Nishimura yang mengungkap kontak Ducati ke Furusawa ini, melalui akun Twitternya @akiranishimura dia menulis: "Furusawa mengakui bahwa lawatannya ke Italia adalah atas undangan D (Ducati) dan dia diminta untuk membantu mereka (Ducati)."
Lebih lanjut Nishimura menulis : "Furusawa : Preziosi berkata, "Saya hanya ingin membuat motor kami menjadi lebih baik. Tidak soal jika saya sampai kehilangan jabatan saya." Dia nyata-nyata memiliki semangat samurai!"
Namun Furusawa tidak menginginkan kembali berkiprah di paddock. Dia menginginkan kehidupan yang tenang. Itu sebabnya dia pindah dari Iwata ke Kyoto.
Ketika didesak lebih lanjut kenapa Furusawa menolak membantu Ducati, dia menjelaskan bahwa itu tidak etis (untuk bergabung pada perusahaan yang menjadi lawan dari tempatnya bekerja dulu).
Read more >>

Rabu, 08 Agustus 2012

Yamaha Akan Mengumumkan Kembalinya Rossi 15 Agustus 2012

Hari pengumuman akan segera tiba. Yamaha merencanakan akan mengumumkan bergabungnya Rossi ke Yamaha pada tanggal 15 Agustus 2012. Pengumumannya sendiri akan dilaksanakan sehari sebelum pelaksanaan balapan di Indianapolis.
Menurut beberapa media Italia, keputusan tersebut sebenarnya sudah diambil beberapa hari setelah balapan Laguna Seca. Balapan dimana Rossi didera masalah klasik Ducati: lambat saat latihan bebas, tidak juga beranjak saat kualifikasi yang hanya di urutan 10, dan puncaknya Rossi mengalami kecelakaan di tanjakan Corkscrew. Rossi jatuh di lap ke 30, dua lap menjelang finish. Uniknya, meskipun sudah memasuki akhir balapan, suhu ban depan masih dalam keadaan seperti baru. Inilah yang menyebabkan Rossi tergelincir. Dimana ban depan yang diharapkan memiliki grip yang lekat setelah menjalani 30 lap, malah masih dingin sehingga kurang lekat di aspal.
Rossi seperti putus asa setelah balapan Laguna Seca tersebut. Kesabarannya habis sudah. Namun rupanya Ducati masih berusaha mempertahankan Rossi, dibuktikan dengan datangnya Gabriele Del Torchio ke Amerika Serikat, berusaha untuk meyakinkan Rossi bahwa Audi akan membuat perubahan untuk pengembangan proyek MotoGP di Ducati. Bahkan Ducati pun mencoba membujuk Masao Furusawa untuk ikut dalam pengembangan motor Ducati ini.
Namun rupanya Furusawa menolak dengan alasan, berdasarkan adat budaya Jepang dan kuatnya ikatan batin antara dia dan Yamaha, dia tidak bisa mengkhiati tempat dulu dia bekerja. Furusawa juga mengungkapkan, bahwa Filippo Preziosi bahkan rela kehilangan posisinya demi memberi tempat kepada Furusawa. Preziosi hanya ingin Ducati menjelma menjadi motor yang cepat, tidak masalah bila saya harus kehilangan posisinya.
Upaya untuk merangkul Furusawa, yang dikenal sangat dekat dengan Rossi, sepertinya adalah jurus terakhir Ducati untuk mempertahankan Rossi. Bila gagal, dipastikan Rossi hengkang dari Ducati. Satu-satunya keinginan Rossi adalah mendapatkan tunggangan yang kompetitif begitu musim 2013 mulai. Saat mengetahui bahwa Preziosi sepertinya tidak mampu mewujudkan keinginan tersebut, keputusan Rossi jelas. Pada umurnya yang menginjak 33 tahun, Rossi sadar sepenuhnya bahwa waktunya untuk membalap di MotoGP tidak banyak lagi. Tidak mungkin baginya untuk menunggu Ducati -- dengan bantuan Audi -- membangun sebuah motor baru yang kompetitif. Dengan hasrat Rossi untuk bertarung mengejar podium dan kemenangan, dan yang mungkin lebih penting adalah mendapatkan lagi gairah membalap, maka satu-satunya jalan adalah motor yang mumpuni. Dan itu adalah Yamaha.
Hengkangnya Rossi dari Ducati setidaknya menghasilkan satu kesimpulan. Bahwa diperlukan kinerja minimal dari sebuah motor untuk membuat pembalap seperti Rossi bisa berhasil. Asumsi Rossi bahwa faktor  pembalap lebih penting dibanding motor, separuh gugur.
Kepergian Rossi sudah memberikan dampak besar pada Ducati. Ducati Corse menjadwalkan pertemuan besar minggu ini. Karena tentu kepergian Rossi akan berdampak pada jadwal ujicoba. Riset akan mengalami perombakan, khususnya untuk mempercepat desain dan produksi komponen-komponen baru. Akhirnya Ducati sadar, bahwa sebelumnya mereka memiliki pembalap yang memiliki track record yang tidak diragukan dalam pengembangan motor, tapi tidak mampu mengambil manfaat dari adanya Rossi di dalam Ducati.

Read more >>

Jumat, 03 Agustus 2012

Valentino Rossi Bicara Soal Kemungkinannya Kembali Ke Yamaha

Valentino Rossi Bicara Soal Kemungkinannya Kembali Ke Yamaha

Berikut petikan wawancara antara Valentino Rossi dengan Motorcyclenews (MCN).
Valentino Rossi memberikan pandangannya tentang kemungkinan untuk kembali ke skuad Yamaha di tahun 2013, ditengah spekulasi di Laguna Seca bahwa ia akan menolak tawaran Ducati untuk memperpanjang kontraknya. Rossi telah melakukan negosiasi dengan Yamaha dan kepastian kembalinya Rossi ke Yamaha bahkan bisa dikonfirmasi sebelum babak berikutnya di Indianapolis.Rossi meninggalkan Yamaha di akhir 2010 untuk pindah ke Ducati yang ternyata malah menjadi mimpi buruk untuk juara dunia sembilan kali ini.Hanya meraih dua podium di 27 balapan dan tidak ada tanda-tanda kemajuan besar dengan Desmosedici benar-benar membuat Rossi gusar. Rossi menggantungkan harapan kepada Ducati untuk memberinya motor kompetitif yang dia butuhkan untuk mengakhiri karirnya di MotoGP.Selama perlombaan di Laguna Seca kemarin, Rossi diwawancarai oleh MCN tentang kembali ke Yamaha. 
MCN:  Pada tahap ini, apakah terlalu berisiko untuk tetap bersama Ducati?
Rossi: "Ini adalah resiko yang besar, juga karena saya tidak sabar untuk segera membuat keputusan. Jika tidak maka (Andrea) Dovizioso akan sangat marah (tertawa). Tapi pada saat yang sama, yang menjadi masalah adalah menunggu Audi dan Ducati. Terlalu dini untuk mengetahui siapa yang akan datang untuk membantu Ducati, jadi saya harus membuat keputusan pada situasi yang kurang jelas. " 
MCN: Apakah pilihannya hanya tersisa antara Ducati dan Yamaha?
Rossi: "Saya juga memiliki pilihan ketiga tetapi tidak di tim pabrik. Saya mempertimbangkannya, tapi yang pasti saya ingin tetap membalap dengan tim pabrikan. " 
MCN: Bagaimana perasaan Anda tentang kembali ke Yamaha dan menjadi rekan setim Jorge lagi?
Rossi: "Perasaan saya telah banyak berubah karena situasi juga telah banyak berubah. Saya memang punya beberapa masalah di masa lalu dengan Jorge, terutama karena saya marah dengan Yamaha. Bagaimana tidak, setelah semua yang saya lakukan untuk Yamaha, mereka memasukkan rekan setim yang sangat kuat. Sekarang situasi yang berbeda dan saya mengerti bahwa Yamaha membuat pilihan yang tepat untuk mereka sendiri. Ini bukan masalah besar. " 
MCN: Jika Anda kembali ke Yamaha, untuk pertama kalinya dalam karir Anda, Anda akan menjadi nomor dua, dan menjadi nomor dua untuk Lorenzo. Apa pendapat Anda tentang ini?
Rossi: "Ini adalah satu hal yang penting untuk dijadikan pertimbangan dalam membuat pilihan, karena di Ducati saya bisa menjadi nomor satu dan di Yamaha yang menjadi nomor satu adalah Lorenzo. Ini merupakan hal yang perlu dipertimbangkan. "
Read more >>

Senin, 30 Juli 2012

Keputusan Valentino Rossi Akan Keluar Seminggu Lagi


Keputusan Valentino Rossi Akan Keluar Seminggu Lagi

Motomatters.com - Valentino Rossi menjanjikan akan memberikan kepastian tentang masa depannya dalam waktu seminggu ke depan. Tentunya setelah itu beberapa slot pembalap di beberapa tim langsung akan mengikuti. Memang beberapa nasib pembalap seperti "menggantung" akibat Rossi tidak kunjung menentukan pilihan. Sebut saja Andrea Divisioso, yang bahkan sempat jengkel karena nasibnya tergantung pada langkah apa yang diambil Valentino Rossi. Ada beberapa tim yang juga ikut tergantung nasibnya oleh sang legenda. Sebut saja Yamaha, yang dengan hengkangnya Ben Spies musim depan maka menjadikan ada satu tempat lowong di tim Iwata tersebut. Sepertinya Yamaha pun masih menunggu Valentino Rossi. Meski sebetulnya Yamaha tidak terlalu membutuhkan Rossi dalam konteks membutuhkan seorang pembalap kuat dengan skill seperti yang dipunyai Valentino Rossi. Namun bukan rahasia lagi kalau kedatangan Rossi akan mengundang dan membawa sederet sponsor yang siap mendukung tim Yamaha resmi ini. Memang Yamaha sepeninggal Rossi tidak lagi memiliki sponsor utama. Kedatangan Rossi tentu akan meringankan beban keuangan tim ini, setidaknya akan ikut membantu membayar gaji Rossi.
Meskipun pilihan untuk bergabung dengan Yamaha sepertinya menawarkan kemudahan untuk mendapatkan tunggangan yang dashsyat, tapi buat Rossi persoalan tidak sesederhana itu. Rossi sejauh ini dikenal sebagai "the Doctor", seorang pembalap yang memiliki kemampuan analisis dan input kepada mekanik yang akurat. Dia dikenal sebagai pembalap yang memiliki kemampuan dalam pengembangan motor. Tengoklah bagaimana dia dan Jeremy Burgess menyulap Honda dan Yamaha, dari sebelumnya sangat tidak kompetitif menjadi motor yang memiliki tradisi kemenangan. Namun apabila dia saat ini meninggalkan Ducati dalam keadaan belum juga menjadi kompetitif, predikat-predikat tersebut bisa luruh. Tentunya dia tidak mau di akhir karirnya justru meninggalkan kegagalan untuk dikenang.
Tapi untuk terus bersama Ducati, Rossi juga belum sepenuhnya.yakin. Tawaran dari Ducati memang menggiurkan. Beberapa sumber menyebut pada angka 17 juta euro. Tapi Rossi sendiri menegaskan bahwa uang bukan menjadi pertimbangan utama. Rossi lebih menginginkan kepastian mengenai detail bantuan apa yang akan diberikan Audi untuk mendukung pengembangan seperti yang diinginkan Valentino Rossi dan Jeremy Burgess. Karena sampai saat ini pun, setiap detail update yang dijanjikan selalu tidak tepat waktu. Borgo Panigale kurang cepat dalam mengantisipasi permintaan dan input dari pembalap. Dukungan dari Audi harus memungkinkan Ducati Corse untuk memperluas departemen teknik untuk memacu produksi. Tapi apakah persoalan di Ducati murni masalah keuangan atau budaya yang sudah mendarah daging?
Inilah yang membuat Rossi sulit memutuskan.
Read more >>

Jumat, 27 Juli 2012

Ducati Mempertahankan Nicky Hayden

Ducati Mempertahankan Nicky Hayden


GPOne.com - Ducati sudah mengambil satu langkah untuk mengamankan posisi pembalapnya untuk tahun 2013. Disaat Valentino Rossi masih belum memberi kepastian, Ducati sudah memastikan bahwa mereka berhasil mendapatkan tandatangan Nicky Hayden. Hal ini memang belum secara resmi diumumkan, karena terkait dengan klausul kontrak yang sepertinya belum memperbolehkan untuk mengumumkannya.
Sementara posisi satunya untuk pembalap Ducati masih menjadi tanda tanya. Ini terkait dengan Valentino Rossi yang masih belum memutuskan langkahnya ke depan. Keputusan Rossi menjadi krusial, karena menyangkut nasib pembalap lain di MotoGP.
Read more >>