Hari pengumuman akan segera tiba. Yamaha merencanakan akan mengumumkan bergabungnya Rossi ke Yamaha pada tanggal 15 Agustus 2012. Pengumumannya sendiri akan dilaksanakan sehari sebelum pelaksanaan balapan di Indianapolis.
Menurut beberapa media Italia, keputusan tersebut sebenarnya sudah diambil beberapa hari setelah balapan Laguna Seca. Balapan dimana Rossi didera masalah klasik Ducati: lambat saat latihan bebas, tidak juga beranjak saat kualifikasi yang hanya di urutan 10, dan puncaknya Rossi mengalami kecelakaan di tanjakan Corkscrew. Rossi jatuh di lap ke 30, dua lap menjelang finish. Uniknya, meskipun sudah memasuki akhir balapan, suhu ban depan masih dalam keadaan seperti baru. Inilah yang menyebabkan Rossi tergelincir. Dimana ban depan yang diharapkan memiliki grip yang lekat setelah menjalani 30 lap, malah masih dingin sehingga kurang lekat di aspal.
Rossi seperti putus asa setelah balapan Laguna Seca tersebut. Kesabarannya habis sudah. Namun rupanya Ducati masih berusaha mempertahankan Rossi, dibuktikan dengan datangnya Gabriele Del Torchio ke Amerika Serikat, berusaha untuk meyakinkan Rossi bahwa Audi akan membuat perubahan untuk pengembangan proyek MotoGP di Ducati. Bahkan Ducati pun mencoba membujuk Masao Furusawa untuk ikut dalam pengembangan motor Ducati ini.
Namun rupanya Furusawa menolak dengan alasan, berdasarkan adat budaya Jepang dan kuatnya ikatan batin antara dia dan Yamaha, dia tidak bisa mengkhiati tempat dulu dia bekerja. Furusawa juga mengungkapkan, bahwa Filippo Preziosi bahkan rela kehilangan posisinya demi memberi tempat kepada Furusawa. Preziosi hanya ingin Ducati menjelma menjadi motor yang cepat, tidak masalah bila saya harus kehilangan posisinya.
Upaya untuk merangkul Furusawa, yang dikenal sangat dekat dengan Rossi, sepertinya adalah jurus terakhir Ducati untuk mempertahankan Rossi. Bila gagal, dipastikan Rossi hengkang dari Ducati. Satu-satunya keinginan Rossi adalah mendapatkan tunggangan yang kompetitif begitu musim 2013 mulai. Saat mengetahui bahwa Preziosi sepertinya tidak mampu mewujudkan keinginan tersebut, keputusan Rossi jelas. Pada umurnya yang menginjak 33 tahun, Rossi sadar sepenuhnya bahwa waktunya untuk membalap di MotoGP tidak banyak lagi. Tidak mungkin baginya untuk menunggu Ducati -- dengan bantuan Audi -- membangun sebuah motor baru yang kompetitif. Dengan hasrat Rossi untuk bertarung mengejar podium dan kemenangan, dan yang mungkin lebih penting adalah mendapatkan lagi gairah membalap, maka satu-satunya jalan adalah motor yang mumpuni. Dan itu adalah Yamaha.
Hengkangnya Rossi dari Ducati setidaknya menghasilkan satu kesimpulan. Bahwa diperlukan kinerja minimal dari sebuah motor untuk membuat pembalap seperti Rossi bisa berhasil. Asumsi Rossi bahwa faktor pembalap lebih penting dibanding motor, separuh gugur.
Kepergian Rossi sudah memberikan dampak besar pada Ducati. Ducati Corse menjadwalkan pertemuan besar minggu ini. Karena tentu kepergian Rossi akan berdampak pada jadwal ujicoba. Riset akan mengalami perombakan, khususnya untuk mempercepat desain dan produksi komponen-komponen baru. Akhirnya Ducati sadar, bahwa sebelumnya mereka memiliki pembalap yang memiliki track record yang tidak diragukan dalam pengembangan motor, tapi tidak mampu mengambil manfaat dari adanya Rossi di dalam Ducati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar