Kamis, 31 Mei 2012
Jangan Lupa, Pentingnya Seorang Kepala Kru Mekanik...
Jangan Lupa, Pentingnya Seorang Kepala Kru Mekanik...
Spekulasi tentang kru mekanik bisa menjadi sangat menarik dan sama menariknya dengan spekulasi tentang pembalap. Dengan semakin sulitnya untuk mendapatkan setup mesin MotoGP, bagi sebuah tim, kepala kru mekanik menjadi hampir sama pentingnya dengan pembalap.
Setelah berita mengenai pengunduran diri Casey Stoner dari MotoGP berlalu, spekulasi bermunculan mengenai siapa yang akan menggantikannya di Honda, dan apa pengaruh kepergiannya bagi negosiasi kontrak pembalap lain. Kemungkinannya banyak, seperti sebuah teka-teki geser: Bisakah Repsol Honda menggoda Jorge Lorenzo untuk meninggalkan Yamaha? Jika Lorenzo pergi, akankah Valentino Rossi diterima Yamaha, atau mungkin dia bahkan kembali ke Honda, tim pabrik ia tinggalkan pada 2003? Bagaimana dengan Dani Pedrosa dan Marc Marquez, dan di posisi mana Ben Spies dan Nicky Hayden dalam spekulasi ini?
Tapi di tengah hingar bingar spekulasi tentang pembalap, agaknya ada hal yang luput dari perhatian. Kita lupa bahwa dengan pensiunnya Casey Stoner bukan hanya berarti bahwa posisinya di Repsol Honda lowong, tapi yang juga akan menarik adalah kru mekaniknya saat ini, yaitu kepala mekanik Cristian Gabarrini serta kru mekanik Bruno Leoni, Roberto Cierici, Andrea Brunetti, Filippo Brunetto dan Lorenzo Gagni - juga akan menjadi rebutan. Orang-orang ini terkenal loyal pada pembalap Australia ini sejak Casey Stoner memenangkan mahkota juara dunia pertama mereka bersama Ducati pada tahun 2007.Kerja Gabarrini dan kru bersama Casey Stoner juga terlihat berhasil di Honda, lebih-lebih bila dibandingkan dengan apa yang terjadi dengan Ducati semenjak ditinggal kru mekanik Casey Stoner ini. Valentino Rossi pindah ke Ducati pada akhir 2010, dan membawa kru legendarisnya dibawah komandoJeremy Burgess. Tapi sama seperti Rossi yang kesulitan mengatasi keliaran Ducati, krunya sama sekali tidak menyangka akan begitu sulit untuk memberikan motor yang kompetitif kepada Rossi. Disaat semua perhatian para penggemar dan media tercurah pada perbandingan antara nasib Rossi dan Stoner, ada yang luput dari keadaan ini, yaitu adanya fakta bahwa Gabarrini & krunya berhasil menemukan cara untuk membuat Ducati Desmosedici GP10 nyaman ditunggangi Stoner sehingga berhasil menjadi juara dunia MotoGP pada 2007. Sebuah prestasi yang, setidaknya sampai saat ini gagal diwujudkan Burgess & krunya di Ducati GP12.
Jelas, Gabarrini akan juga menjadi rebutan saat tiba waktu pengisian kursi pembalap di tim-tim MotoGP. Setidaknya ada dua fakta. Pertama, Gabarrini akan tetap bersama Honda, meskipun dia belum berpendapat tentang hal itu. Yang kedua adalah para pembalap telah memiliki hubungan kerjasama yang panjang dengan kepala kru mekanik mereka, dan bahkan kadang-kadang dengan semua anggota kru mereka. Rossi memiliki Burgess, Jorge Lorenzo memiliki Ramon Forcada (meskipun Forcada juga memiliki pengalaman dengan Honda), Dani Pedrosa memiliki Mike Leitner, Ben Spies telah Tom Houseworth dan Nicky Hayden sangat senang dengan Juan Martinez, yang menjadi kepala kru Hayden di awal musim 2009. Posisi di tim satelit juga setidaknya begitu: Coulon Guy tetap di Tech 3, tim yang ia dirikan bersama Herve Poncharal, dan Christophe Bourgignon sudah menjadi "orang" LCR Honda.Pelabuhan yang paling mungkin untuk Gabarrini dan rekan adalah bersama Marc Marquez, bila pembalap berbakat asal Spanyol ini naik kelas ke MotoGP tahun depan. Tapi Marquez berada dalam tim Competicion Monlau, yang kelihatannya akan pindah ke MotoGP bersama dengan kru dan mekaniknya. Tapi bila Marc Marquez ingin mempercepat proses belajar mereka di MotoGP, pengalaman Gabarrini layak menjadi pertimbangan. Akankah Gabarrini bergabung dengan Marquez? Atau malah dia akan kembali ke Ducati? Atau ia akan bergabung dengan siapapun yang akan mengganti Casey Stoner di Repsol Honda (Valentino Rossi atau Jorge Lorenzo??) Sekarang, kita tidak tahu. Tapi spekulasi tentang kru mekanik bisa menjadi sangat menarik dan sama menariknya dengan pembalap. Dengan semakin sulitnya untuk mendapatkan setup mesin MotoGP, bagi sebuah tim, kepala kru menjadi hampir sama pentingnya dengan pembalap.
(Sumber: Motomatters.com)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar