*** NEXT RACE : Sepang, Malaysia; 21 October 2012; LIVE on Trans7 at 1 PM ***

Kamis, 21 Juni 2012

Kemungkinan-kemungkinan Untuk Tahun 2013



Enam race sudah dijalani, orang mulai memperkirakan efek apa yang akan terjadi pada grid MotoGP pasca pengunduran diri Casey Stoner. Agen-agen pembalap sudah sangat sibuk di beberapa balapan terakhir, bernegosiasi ke tim, menimbang peluang dan mengukur nilai jual para pembalapnya. Menjelang musim panas, silly season untuk 2013 dimulai. 
Ada dua keputusan yang mempercepat perkembangan situasi, sehingga gambaran untuk musim 2013 mulai jelas. Pertama, keputusan Jorge Lorenzo untuk tetap bersama Yamaha untuk musim depan.
Keputusan kedua adalah kemungkinan akan dirubahnya aturan rookie, ( aturan yang melarang seorang rookie di kelas MotoGP langsung bergabung dengan tim pabrikan). Sebenarnya aturan ini sudah sangat dipahami oleh para pemilik tim, namun menjadi sesuatu yang  memusingkan jika sudah menyinggung nama  rookie dengan nama besar seperti Marc Marquez, yang berencana pindah ke MotoGP tahun depan. Hal menjadi sulit karena Marquez tidak akan datang sendiri, tapi sekaligus membawa sponsor, penasihat, mekanik dan berbagai pihak yang terlibat. Untuk mengakomodasi kedatangan Marc Marquez ini harus dibentuk tim baru untuk orang-orang ini dan sponsornya. Namun sang  manajer tim baru ini harus kembali membangun tim bentukan ini saat sang rookie  bergabung dengan tim pabrikan di tahun berikutnya. Artinya tim bentukan baru ini hanya diperlukan selama satu musim, hanya untuk mengadopsi masuknya Marquez. Akan tetapi, penghapusan aturan rookie tidak hanya akan melebarkan jalan bagi Marc Marquez untuk masuk tim Repsol Honda, tetapi juga membuka peluang bagi rookie lain untuk bergabung bersama Yamaha atau Ducati. 
Dengan perkembangan ini, kita dapat mulai melihat pasar pembalap dan tim saat ini, dimana berbagai pilihan terbuka untuk pembalap di MotoGP, dan motor-motor apa saja yang akan mengisi grid untuk musim depan. 

Motor
Meskipun baru ada beberapa nama yang sudah dikonfirmasi akan bergabung dengan tim mana saja, tapi kita sudah tahu beberapa hal-hal yang pasti. Sekretaris IRTA Mike Trimby mengkonfirmasi bahwa mungkin akan ada 24 motor di grid pada tahun 2013. "Kami memiliki 24 nama dari tim-tim yang sangat kuat," katanya. Sepertinya separo dari mereka adalah motor CRT. Dengan hitung-hitungan apabila per produsen hanya ada 4 motor, maka berarti baru ada 12 motor prototip. Tapi mungkinkah?
Pabrikan Yamaha merupakan pabrikan dengan jumlah motor yang cenderung tetap. Pabrikan Jepang ini memasok dua motor di tim pabrikan dan dua motor di skuad satelit Monster Tech 3. Apakah Honda akan menjalankan empat motor atau lebih bergantung pada apakah Valentino Rossi, apakah dia akan bergabung dengan Honda atau tidak. Motor kelima akan disediakan bagi Rossi bila dia memutuskan untuk meninggalkan Ducati dan membentuk tim sendiri. Namun jika tidak, Honda akan memiliki dua motor di tim Repsol Honda ditambah motor tunggal masing-masing pada Gresini dan LCR. 
Ducati merupakan teka-teki besar. Bos tim Ducati Alessandro Cicognani mengatakan di Silverstone bahwa Ducati akan tetap menjalankan program seperti saat ini, yaitu dengan dua motor pabrikan dan dua motor satelit. Tapi sehubungan dengan tim Pramac yang saat ini menghadapi kesulitan keuangan serta Karel Abraham tidak betah di Ducati, mungkin mereka tidak memiliki tim yang akan menyewa motor dari Ducati. 
Pihak di luar Ducati juga tidak memperlihatkan optimisme. IRTA maupun Dorna, pabrikan yang bermarkas di  Bologna ini diharapkan hanya menjalankan tim dua pembalap di tim pabrikan, tanpa motor satelit sama sekali. Apabila Ducati tidak menurunkan tim satelit, maka tidak masuk akal bila dilakukan pembatasan untuk pabrikan yang mampu memasok motor lebih banyak seperti Honda.

Yang Sudah Pasti
Meski kita baru menjalan sepertiga musim 2012 ini, sudah ada beberapa kontrak yang ditandatangani. Jorge Lorenzo telah menandatangani kontrak dua tahun dengan Yamaha sampai dengan musim 2014. Lucio Cecchinello (bos LCR Honda) memiliki kontrak dua tahun dengan Stefan Bradl, yang berarti pembalap Jerman ini akan berada di LCR sampai tahun 2013. Dan Herve Poncharal menandatangani kesepakatan dengan Bradley Smith dua musim lalu, menempatkan Smith pada motor Tech 3 Moto2 musim ini dan dijanjikan akan naik ke  MotoGP untuk tahun 2013. Apakah ini berarti bahwa Smith akan mengambil satu dari dua kursi di tim satelit Tech 3 Yamaha?

Marc Marquez

Yang Hampir Pasti
Meskipun belum banyak kepastian hingga saat ini, ada sejumlah nama yang dudukkan di beberapa kursi yang ada. Pertama, tentu saja, adalah Marc Marquez, yang kemungkinan akan mengisi slot di tim Repsol Honda. Saat ini belum ada kontrak yang ditandatangani, dan pembicaraan masih berlangsung. Tapi baik Repsol maupun Honda dengan jelas mendukung Marquez, dan sepertinya tidak mungkin dia akan berlabuh di tim lain selain Repsol Honda. Tinggal masalah waktu saja untuk soal kontrak. Kursi kedua yang akan mendampingi Marquez merupakan sumber spekulasi, yang sebagian besar berpusat di sekitar pertanyaan apakah Valentino Rossi akan memilih untuk bergabung dengan Honda atau tidak. Tetapi kemungkinan tentang Valentino Rossi bersama Marquez di Repsol Honda ini mungkin agak terburu-buru : Orang dalam HRC sangat menghargai Dani Pedrosa, namun hal yang sama tidak berlaku untuk Valentino Rossi. Otobiografi Rossi, di mana dia terang-terangan mengkritik budaya di Honda, meninggalkan rasa tidak enak di eksekutif HRC, meski orang-orang di manajemen telah berubah sejak saat itu, masih ada banyak karyawan Honda yang ingin Rossi tetap diluar tim Repsol Honda. Dani Pedrosa, di sisi lain, sangat dihargai di Honda. Bos HRC sangat terkesan dengan pengembangan motor yang dilakukannya pada tahun 2010, dimana dia berhasil merubah motor Honda menjadi motor sangat enak dikendarai. Motor Honda sudah bagus saat Casey Stoner tiba, sehingga memudahkan pembalap Australia ini untuk mendominasi musim 2011. Saat ini pembicaraan sedang berlangsung antara Dani Pedrosa dan Honda, dan pembalap Spanyol yakin bahwa kesepakatan akan dilakukan dalam beberapa minggu ke depan. 
Di Ducati sendiri, Nicky Hayden sepertinya akan memperpanjang kontraknya dengan Ducati. The Kentucky Kid sudah sangat mengenal tim yang bermarkas di Bologna itu, ditambah lagi dengan kenyataan bahwa dia secara teratur sudah cocok dan beberapa kali mengalahkan rekan setimnya Valentino Rossi. Di samping itu Nicky Hayden dan kepala kru Juan Martinez juga terlibat dalam menentukan arah pengembangan motor. Nicky Hayden adalah humas yang tidak kenal lelah, dan yang paling penting, ia membantu pergeseran pasar utama Ducati, yaitu Amerika Serikat. Sebuah kontrak baru untuk Hayden hanya tinggal masalah waktu.

Pertanyaan Bernilai Jutaan Dollar: Kemanakah Valentino Rossi? 
Inilah misteri nyata untuk 2013, apa yang akan dilakukan Valentino Rossi? Apakah Rossi tetap di Ducati dan terus berusaha untuk membuat Desmosedici kompetitif? Apakah dia akan bekerjasama dengan Gresini dan mengambil motor Honda dengan spesifikasi pabrik untuk membuat Dream Team alternatif Italia? Atau apakah ia akan mendekati Yamaha untuk kursi kedua bersama Jorge Lorenzo? 
Masing-masing pilihan memiliki risiko. Jika Rossi tetap di Ducati, ini sepenuhnya tergantung pada Ducati Corse, di bawah kepemimpinan Filippo Preziosi, apakah mampu membangun sebuah mesin yang kompetitif, setidaknya untuk Rossi yang membutuhkan front end yang solid. Jika Valentino Rossi ke Gresini, atau tim Honda privat, dia harus mengandalkan niat baik dari HRC untuk memberikan dia motor RC213V dengan spesifikasi pabrik, dan berharap pengembangan motornya tidak terlalu jauh dari pengembangan di Repsol. Dan jika kembali ke Yamaha berarti siap untuk menjadi lapis kedua bagi Jorge Lorenzo.
Pada saat ini, yang bisa kita lakukan adalah menebak niat Rossi, karena pembalap Italia ini sedang menutup rapat kartu yang dimainkannya. Di Barcelona, ​​Rossi mengatakan kepada pers bahwa untuk saat ini, prioritasnya adalah membuat Ducati kompetitif, meskipun ia tidak menyebutkan apakah maksudnya itu untuk tahun ini atau tahun depan. Setelah gagal total di Silverstone dan hanya berhasil finish posisi 9 di Silverstone, Rossi sedikit lebih terbuka. Satu-satunya hal yang penting, katanya, adalah memiliki motor kompetitif. Yang lainnya tinggal mengikuti. Pertanyaannya adalah apakah Rossi yakin Ducati bisa menjadi kompetitif? Hal ini akan tergantung pada mesin yang telah dimodifikasi yang akan diuji coba minggu ini oleh Franco Battaini di Mugello, dan kemudian oleh Rossi dan Hayden setelah Grand Prix Italia, empat minggu mendatang. Jika ada perbaikan yang signifikan soal penyaluran daya yang agresif dan penyelesaian masalah understeer, maka Rossi akan tetap di Ducati. Jika tidak, pernikahan ini  berakhir.  
Tahun lalu, Rossi tampaknya masih bertekad akan bertahan di Ducati dan memperbaiki motor, untuk mencatatkan dirinya dalam sejarah sebagai orang yang dapat merubah motor bermasalah dan menjadikannya motor yang hebat. Sekarang, Rossi tampaknya hanya ingin menang, bagaimanapun caranya. Kegagalan Ducati untuk memberi Rossi apa yang dia butuhkan - padahal Rossi sudah memberikan input dan feedback bagi pengembangan Ducati - sedikit banyak mulai mengusik Valentino Rossi . Yang pasti, saat hujan di sesi basah Jumat pagi, Rossi tampak seperti Rossi yang dulu, Rossi yang Juara Dunia sembilan kali, mampu menempatkan motor di mana dia inginkan dan menemukan kecepatan di mana pun, memuncaki sesi latihan dengan mudah. Setelah trek kering, Rossi kembali menjadi pembalap yang sangat kesulitan dengan motor Ducati. Rossi berada di urutan terbawah motor prototip, berada di level yang jauh berbeda dibandingkan dengan Jorge Lorenzo, Casey Stoner dan Dani Pedrosa, level para pembalap juara dunia. 
Jika Rossi pergi, ia menghadapi pilihan yang cukup jelas. Honda belum tentu pilihan yang lebih disukainya, karena RCV yang sekarang mengalami chatter dan masalah front-end ditambah dengan pengiriman tenaga agresif, meskipun tidak seagresif Ducati. Yamaha akan lebih sesuai untuk Rossi, sehingga dia mampu memanfaatkan kelebihannya yang terbesar - masuk tikungan dan late braking, di mana ia bisa masuk di tikungan dalam dan kemudian menahan mereka di keluar tikungan. Tapi menggunakan motor satelit di Yamaha hampir tidak mungkin. Herve Poncharal memiliki stok pembalap yang cukup untuk dijadikan pembalap kedua di timnya, tanpa harus memilih Valentino Rossi (dan tentu saja rombongan orang-orang yang akan dibawanya). Dengan demikian satu-satunya harapan Rossi adalah bergabung dengan tim Yamaha pabrikan kursi bersama Jorge Lorenzo. Kita tunggu saja pendapat Lin Jarvis tentang perasaan Yamaha terhadap Rossi.  

Tanda Tanya Besar
Kursi kedua di Yamaha adalah kursi yang akan diperebutkan banyak orang. Ben Spies harus secara signifikan meningkatkan kinerjanya jika ia ingin mempertahankan kursinya di tim Yamaha Factory Racing, namun dia tidak punya banyak waktu untuk melakukannya. Pembalap Amerika ini melakukan beberapa kesalahan, yang kadang hanya masalah kesialan. Di Qatar, subframe motornya retak. Di Jerez, dia tidak memiliki set up yang sesuai, situasi yang sedikit diperbaiki di Estoril. Di Le Mans, kaca helmnya rusak gara-gara dia jatuh tergelincir di lap-lap awal. Di Silverstone, ban belakang yang aus membuatnya bergulat untuk mendapatkan grip dan membalap dengan meminimalkan kerusakan ban. Tapi di Estoril maupun Barcelona, ​​Spies malah membuat beberapa kesalahan yang harus dibayar mahal justru saat dia sudah melesat ke depan, dan kesalahan itu adalah jenis kesalahan yang tidak mudah ditoleransi. Spies telah membuktikan bahwa dia cepat selama latihan dan kualifikasi, tapi yang lebih penting Spies harus menerjemahkan kecepatan yang dia capai di latihan dan kualifikasi mencapai hasil yang sama saat balapan. Ben Spies masuk ke MotoGP karena mewakili pasar AS dan merupakan strategi penjualan Yamaha, dan Yamaha USA menginginkan seorang sosok yang bisa mereka jual. Nama dan sosok Spies memang menjual, meskipun pada saat ini, nama yang juga tenar di Amerika Serikat adalah juara AMA Superbike dua kali Josh Hayes, yang membalap dengan menggunakan motor Yamaha R1 di seri DMG. Spekulasi tentang kemana tujuan Ben Spies jika kontraknya tidak diperpanjang menjadi terbuka.
Dan spekulasi berikutnya adalah tentang kursi di tim motor satelit. Kursi kedua tim Yamah Tech 3 ini termasuk favorit, tapi dengan performa Cal Crutchlow dan Andrea Dovizioso yang luar biasa, Herve Poncharal tidak terlalu bingung saat ini. Tech 3 harus dapat memilih mereka inginkan untuk mengisi kursi kedua di tim mereka. Apabila satu kursi diisi dengan rookie yang kurang pengalaman, maka mereka akan mengisi kursi kedua dengan pembalap paling kompetitif dan berpengalaman. Apakah yang akan mengisi  Crutchlow, Dovizioso atau bahkan Ben Spies?
Jika Rossi meninggalkan Ducati, maka perginya akan meninggalkan teka-teki terbesar dari semua ini : siapa yang menunggangi Ducati yang ditinggalkan Rossi? Cal Crutchlow telah mengatakan bahwa ia tidak takut dengan jenis motor apapun, dan ia yakin gaya membalapnya cocok dengan Ducati, mirip dengan gaya membalap Casey Stoner. Tapi Stoner berpendapat sebaliknya. Apa yang sekarang dialami Valentino Rossi mengajarkan kepada kita, bahwa beralih dari motor Yamaha yang punya front-end yang solid, kecepatan di tikungan yang tinggi, ke motor Ducati yang powerful, power yang terpusat di ban belakang, adalah kesalahan besar. Karena Ducati mungkin merupakan motor di MotoGP yang paling sulit dikendarai.  
Menurut situs Spanyol Motocuatro.com, ada pembalap Spanyol yang diburu oleh Ducati. Motocuatro meyakini bahwa pembalap itu adalah Pol Espargaro. Dengan harapan bahwa dia adalah pembalap muda yang belum berpengalaman dan memiliki skill yang dibutuhkan untuk menunggangi Ducati sehingga menjadi kompetitif. Namun sepertinya itu adalah harapan kosong, karena yang membuat Ducati cepat saat bersama Stoner bukanlah kurangnya pengalaman menunggangi motor Jepang. Itu adalah bakat alami Stoner, dan Stoner memang memiliki kepekaan yang tinggi terhadap kontrol gas dan keseimbangan. Stoner tetap menang meskipun motor memiliki kelemahan, bukan karena dia bisa mengeksploitasi kekuatan. Meningkatkan kemampuan motor merupakan satu-satunya jalan cepat untuk sukses untuk mendapatkan tanda tangan  pembalap muda dengan bakat luar biasa, seperti yang mereka lakukan dengan Stoner. 
Tiga balapan berikutnya sangat penting bagi silly season, dan beberapa pengumuman akan datang cepat, terutama setelah Mugello dan Laguna Seca. Sebelum itu, ada banyak tawar-menawar dan negosiasi dilakukan, dan banyak pilihan untuk dieksplorasi. Akan ada kejutan, tapi kebanyakan akan ada rumor, spekulasi, dan gosip. 

Diolah dari www.motomatters.com 

1 komentar:

nia dania mengatakan...

wow keren,saya izin bagikan post di google+ yah