Meski kabar tentang pensiunnya Rossi merebak, Filippo Preziosi menegaskan bahwa Ducati masih percaya dengan Valentino Rossi ...
Bos teknis Ducati Filippo Preziosi mengatakan timnya masih memiliki kepercayaan terhadap pembalap Valentino Rossi dan kru utamanya Jeremy Burgess, meskipun kehilangan masih berlanjut pada awal kampanye MotoGP 2012. Rossi dan Burgess belum juga mengulang kesuksesan yang mereka raih di Honda dan Yamaha untuk diterapkan ke Ducati. Kolaborasi Rossi - Ducati- Jeremy Burgess hanya bisa meraih satu podium pada tahun 2011. Penampilan Rossi sejauh ini masih kurang kompetitif bahkan jika dibandingkan dengan musim lalu, namun menurut Preziosi pihak Ducati tetap yakin bahwa dengan membuat motor yang sesuai dengan gaya Rossi adalah jalur terbaik ke arah kesuksesan."Yang pasti proses sedang berjalan, karena kita ingin membangun motor untuk Rossi. Kami percaya bahwa motor yang disukai Rossi, adalah motor yang cocok untuk semua pembalap," kata Preziosi wartawan di Estoril. "Kami mengikuti ke arah Valentino sarankan. Tentu saja kami lakukan yang terbaik dengan kemampuan kita. Tapi pasti kita akan mencoba ke arah yang menunjukkan Valentino kami," jelasnya lebih lanjut. Preziosi juga memberikan kebebasan bagi Burgess untuk memformulasikan apa yang terbaik buat Rossi.."Kami memberikan Jeremy 100 persen kebebasan untuk berdiskusi dengan Rossi, merumuskan setup apa yang terbaik," katanya. "Ducati sendiri hanya bertugas untuk memasok komponen, dan kami percaya bahwa kepala kru menduduki porsi sangat penting. Cara kerja yang benar adalah untuk menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat dan membuat orang tersebut bisa melakukan apa yang menurutnya terbaik Kami bisa saja mengusulkan ide-ide kita,. Tapi keputusan akhir, hari demi hari, latihan demi latihan, adalah hasil Burgess dan Rossi," paparnya menambahkan.Rossi mulai menggunakan setup rekan setimnya Hayden sejak balapan di Jerez, yang menurut Preziosi merasa adalah sinyal kesediaan Rossi untuk mencoba solusi yang berbeda, dan membantu untuk pengembangan tim. "Fakta bahwa dia menggunakan set-up Hayden menurut saya seperti tanda keterbukaan hati dan pikiran," kata Preziosi. "Rossi, sejak tes Sepang pertama, dengan serangkaian komponen yang dia coba jalankan dengan tim mekaniknya, yang ia kembangkan ke arah tertentu. Tapi dia juga punya setup 'dasar', sama dengan yang kita miliki pada awal tahun lalu. Sekarang, dengan kedua pembalap berada pada pilihan yang sama, kita dapat berbagi beban kerja di antara mereka.
(sumber: Autosport.com)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar