*** NEXT RACE : Sepang, Malaysia; 21 October 2012; LIVE on Trans7 at 1 PM ***

Selasa, 08 Mei 2012

Berhasilkah kerjasama Valentino Rossi - Ducati?

Berhasilkah kerjasama Valentino Rossi - Ducati?

Berhasilkah kolaborasi antara Valentino Rossi dengan Ducati? Atau untuk meraih kemenangan MotoGP ke-80 perlu beralih pabrikan lain?

Gara-gara melontarkan kritikan terhadap Ducati ke publik setelah finis kesepuluh di musim pembuka Qatar, rumor tentang kemungkinan pecahnya kongsi Rossi - Ducati kembali mencuat. Padahal kontrak Rossi, seperti juga kontrak semua pembalap MotoGP papan atas lain akan berakhir pada tahun ini.
Tapi tidak diragukan lagi bahwa
jawara tujuh kali MotoGP - yang meraih posisi ketujuh klasemen dengan satu podium pada musim debutnya di Ducati - menginginkan kemajuan nyata dari proyek Desmosedici. "Membalap dengan bersenang-senang" selalu menjadi isu utama dalam gaya membalap Rossi, namun tidak bisa kompetitif sejak latihan bebas dan saat lomba, tampaknya tidak menyenangkan baginya.Ducati pastinya dapat menunjukkan berbagai modifikasi berdasarkan masukan Rossi, sejak awal tahun 2011 sebagai bukti tekad mereka untuk mengembalikan The Doctor ke papan atas. Fakta bahwa Rossi dikalahkan oleh pengendara Ducati lain di Qatar juga memperumit situasi.Saat Ducati selalu menang dulu, yaitu Loris Capirossi (990cc) dan kemudian Casey Stoner (800cc),  adalah dianggap sebagai hasil dari keunggulan desain motor yang menjadi kunci kesuksesan Ducati (ban, mesin, sasis). Anggapan itu sekarang berbalik 180 derajat, dimana fitur utama Desmosedici justru dibandingkan dengan pesaing motor Jepang, dan perbedaan itulah yang dianggap sebagai sumber masalah.Konfigurasi mesin V Ducati yang 90-derajat antar silindernya makin disebut-sebut sebagai penyebab understeer dan kurangnya  front-end feel dari Rossi sejak debutnya dengan Ducati di tes Valencia 2010. Itu mungkin benar. Tapi ini rumit. Jika hal ini adalah penyebab suksesnya Honda dan Yamaha, Kawasaki dan Suzuki MotoGP seharusnya jauh lebih kompetitif.
Beberapa mengatakan
Ducati terlalu terjebak untuk segera membuat perubahan. Tetapi sejarah perusahaan ini (sejak 2003) berisi banyak hasil desain tim Filippo Preziosi yang lebih memilih untuk menghasilkan kinerja dibandingkan mempertahankan tradisi.
Pertama ada keputusan untuk menggunakan V4 daripada mesin V-Twin, kemudian rangka baja konvensional diganti dengan serat karbon, lalu akhirnya desain aluminium tiang kembar tahun ini. Pemilihan  ban Bridgestone
pada 2005 juga menunjukkan perbedaan kiblat teknis antara Ducati dengan tim pabrikan Honda / Yamaha, yang sayang hingga musim 2010 berakhir tidak berhasil.
Sistem katup Desmodromic
dan konfigurasi V 90 derajat tetap digunakan, tetapi jika terpaksa, tampaknya masuk akal jika kedua fitur tersebut juga akan diganti.
Rumor bahwa mesin baru, dengan mesin yang lebih mudah dikendalikan, bisa menjadi bagian dari paket upgrade Ducati dalam beberapa balapan ke depan. Tapi setelah berkali-kali mencoba parts baru, Rossi jelas tidak akan terlalu berharap ini langsung menjadi obat ajaib yang langsung menyembuhkan.


(sumber : www.crash.net

Tidak ada komentar: