*** NEXT RACE : Sepang, Malaysia; 21 October 2012; LIVE on Trans7 at 1 PM ***

Selasa, 08 Mei 2012

Analisis prospek kelangsungan Valentino Rossi-Ducati

Analisis prospek kelangsungan Valentino Rossi-Ducati

Sampai kapan fokus MotoGP akan berputar-putar pada hubungan Ducati-Valentino Rossi?Mungkin itu tergantung pada sampai kapan kita para wartawan terobsesi dengan cerita Rossi. Saya menghabiskan hari pertama saya sekembali dari Qatar mengejar rumor dan mencoba untuk mendapatkan sesorang untuk memastikannya. Gelap. Tapi ada cerita yang terus beredar. Pertama saya akan coba jelaskan yang melatarbelakangi hal ini.Rossi, pembalap dengan bayaran tertinggi, paling populer dalam sejarah balap Grand Prix meninggalkan Honda di akhir tahun 2004 untuk bergabung dengan tim Yamaha yang pada tahun 2003 gagal menang. Bahkan, hasil terbaik Yamaha di 2003 adalah podium ketiga di Le Mans oleh Alex Barros.  

Rossi memulai karirnya Yamaha dengan overtake pada Max Biaggi (Honda) untuk menang di Welkom, Afrika Selatan, dan melanjutkannya menjadi kemenangan pertama Yamaha di era empat tak. Diikuti dengan memenangkan mahkota gelar juara dunia tiga kali selama lima musim berikutnya sebelum dia, sekali lagi berubah "warna".Ketika ia pindah dari Honda ke Yamaha, motor Yamaha YZR-M1 adalah, dalam kata-kata bos Yamaha Masao Furusawa, "motor yang buruk." Pindah ke Ducati, setidaknya berdasarkan hasil, sepertinya tidak punya resiko. Ducati dengan Casey Stoner telah memenangkan kejuaraan pada 2007 dan sangat kompetitif, meskipun jarang menang selama tiga musim berikutnya.Ketika Rossi mencoba Ducati untuk pertama kalinya (jam 12:20, tengah hari, di Valencia pada tanggal 9 November 2010) ada ribuan penggemar berbaris pagi itu untuk mendapatkan momen bersejarah ini. Ternyata kita kemudian kita paham, bahwa sejak dari lap pertama itu dia berada dalam kesulitan - kesulitan besar.Seorang rekan mengatakan kepada saya bahwa kami salah menempatkan Filippo Preziosi sebagai jenius di belakang Desmosedici, sementara kita kemudian harus mengakui bahwa jenius sejati adalah bocah Australia, Casey Stoner. Rekan saya itu mungkin benar. Stoner memenangkan 20 dari 67 penampilannya bersama Ducati 800cc. Satu-satunya pembalap Ducati lain untuk menang dengan Ducati 800cc adalah Loris Capirossi, yang diraih saat balapan yang kacau di jepang pada 2007. 

Pengganti Capirossi adalah Marco Melandri. Sementara Stoner mengejar peringkat kedua dengan 6 kali menang, 11 podium penampilan, dan 9 pole position, Marco - yang memenangkan lima balapan saat bersama tim satelit Honda selama era 990cc - dipojokkan dan dipecat setelah berada pada pesingkat 17 di klasemen. Saya ingat Marco mengatakan, menjelang akhir 2008, "Setiap saya minta perubahan motor, saya dianggap gila oleh Ducati (karena Ducati malah memberi saya nama seorang psikolog olahraga).Mantan juara Dunia Nicky Hayden juga berjuang mati-matian dan finis di peringkat 13 pada tahun 2009. Sedangkan Stoner berhasil meraih peringkat 4 dengan 4 menang, 8 kali naik podium, dan 2 pole position. Stoner cuti sakit lima balapan pada tahun itu tetapi setelah itu dia kembali dan berhasil memenangkan dua dari empat lomba terakhir dan bisa saja memenangkan lomba ketiga jika ia tidak mengalami kecelakaan di lap pemanasan di Valencia. Sementara Stoner absen, Ducati membuat penawaran besar kepada Jorge Lorenzo dan pembalap Honda, Dani Pedrosa. Keduanya menolak.Musim 2010 Stoner berada di bawah bayang-bayang persaingan antar-Yamaha Lorenzo-Rossi. Meskipun bocah Australia ini masih bisa memenangkan balapan, produktivitasnya menurun, yaitu hanya tiga kemenangan dan produktivitas poinnya kini hanya 12,5 per balapan, turun dari 16,9 pada tahun 2009. (puncaknya adalah 20,4 tahun 2007). 

"Saya tidak bisa Naik Sepeda Ini"Apakah Valentino berpikir bahwa masalah di Ducati adalah Stoner - karena ia bisa berhasil dengan Ducati? Mungkin tidak, tapi ia harus percaya bahwa ia dan krunya yang dipimpin Burgess bisa menyelesaikan masalah itu. Selain itu, tetap di Yamaha bersama Lorenzo, yang telah mengambil gelarnya tahun 2010, bukanlah pilihan bagus buat dia.Sebelum menandatangani kontrak dengan Yamaha pada tahun 2004, Rossi telah mengunjungi Ducati dan menolak tawaran mereka, mengatakan bahwa "struktur" mereka tampak lebih kaku daripada Honda. Mungkin alasan sebenarnya adalah bahwa ia akan berada di bawah disiplin Marlboro dengan semua pekerjaan promosi yang tidak dia lakukan di tim Fiat-Yamaha. Rossi mengatakan kepada rekan-rekannya bahwa ia tidak akan pernah ke Ducati.Tapi itu dilakukannya di tahun 2011.Setelah musim yang kacau yang dimulai dengan buruk dan berakhir lebih buruk pada versi 800cc (peringkat ketujuh dengan hanya meraih satu podium), ada harapan tinggi bahwa sasis baru (dan kemudian sasis yang lain lagi) akan melihat Valentino kembali ke papan atas.Tempat kesepuluh dalam pembuka musim di Qatar mungkin lebih baik. Jika Rossi tidak keluar lintasan karena hampir bersenggolan dengan rider Pramac Ducati Hector Barbera di lap 5, mungkin ia akan  berjuang untuk posisi keenam, tetapi pada balapan selanjutnya pembalap Spanyol itu lebih cepat dari Rossi.
Posisi keenam adalah Hayden dan dia memang lebih cepat dari Rossi sepanjang akhir pekan. Pernyataan Rossi setelah balapan, terutama ketika ia mengatakan bahwa Ducati tidak membangun motor seperti yang dia minta dan bahwa ia tidak akan mempertaruhkan "nyawanya" untuk mengejar posisi keenam, adalah cukup mengejutkan. Tapi pernyataan yang lebih jelas adalah ketika ia mengatakan kepada GPone.com situs Italia. "Motor ini tidak bisa dikendarai di track manapun. Saya tidak bisa masuk ke tikungan dengan cukup cepat dan kami tidak bisa berharap situasi akan berubah dengan ban Bridgestone yang baru. Ini bukan masalah yang dapat diselesaikan hanya dengan settingan."Dia melanjutkan dengan mengatakan, "Ducati tidak mengikuti masukan dari saya. Saya bukan seorang insinyur dan saya tidak bisa memecahkan setiap masalah.."Apa yang Dikatakan Orang ItaliaWartawan Italia memiliki reputasi sebagai tukang sensasi, tapi saya yakin itu hanyalah karena tidak biasa menerjemahkan bahasa Italia ke dalam bahasa Inggris, sehingga menimbulkan pemahaman yang berbeda. Saya telah bekerja di MotoGP sejak awal 70-an dan orang Italia jarang salah tentang apa yang terjadi di Italia. Ini adalah saat yang sulit bagi mereka karena mereka adalah sangat menghormati Valentino Rossi. Sebagai salah satu kolega Italia mengatakan, "Sebagian besar dari kita di sini karena ada Valentino Valentino, tidak ada yang ke sini."
Tapi ini tidak bisa terus lebih lama lagi. Cerita-cerita yang beredar dan yang yang telah diterbitkan dan diposting oleh majalah Italia dan Spanyol, koran, dan situs web semua berasal dari sumber anonim. Beberapa wartawan akan terus menulis, tetapi hanya dengan opini. Carlo Pernat menulis kolom untuk beberapa publikasi dan juga memanajeri Andrea Dovizioso, mengatakan "Rossi tidak akan menyelesaikan musim dengan Ducati," tapi itu hanya opini.
 

Menurut situs Spanyol, Motocuatro.com, dan dalam cerita yang ditandatangani oleh Jerman Garcia Casanova, cerita di balik layar ini dapat dipertanggungjawabkan. Berikut adalah ceritanya: Rossi telah memutuskan bahwa dia tidak punya harapan musim ini, dan bahwa Ducati akan jalan di tempat, dan dia ingin keluar. Dia ingin merundingkan jalan keluar dari kesepakatan dengan Philip Morris.Jika dia dapat menangani hal ini dengan baik, maka ia akan duduk manis menonton sisa musim ini dan tahun depan bergabung Tech3 Yamaha atau menyewa mesin Yamaha dan menjalankan tim sendiri.Semua ini dapat dilihat sebagai berita dari sumber anonim atau sebagai spekulasi dalam beberapa cerita dari Italia dan Spanyol, tapi cerita Motocuatro.com menambahkan satu hal menarik dalam paragraf terakhir yang cukup signifikan:"Dorna tahu semua ini dan bisa menerima bahwa Valentino tidak akan menyelesaikan musim ini, tetapi mereka percaya bahwa ia akan kembali tahun depan dengan proyek untuk menang dan itu baik bagi mereka bila itu bukan dengan Ducati, karena mereka (Ducati) menolak untuk menerima pembatasan RPM, sesuatu yang akan diterapkan musim depan, menjadikan masa depan produsen Panigale Borgo di MotoGP menjadi tidakjelas."Saya membahas cerita ini dengan penulisnya. Ia yakin bahwa sumber-sumbernya yang valid.Apakah saya percaya semua ini? Saya percaya semua ini adalah bagian dari omongan orang-orang di sekitar Rossi yang bocor ke pers. Saya mungkin bisa menulis cerita yang sama tanpa paragraf terakhir, tapi pengalaman saya dengan cerita Rossi selama bertahun-tahun adalah bahwa juara dunia sembilan kali ini sangat lihai dalam menggunakan pers untuk menerapkan tekanan pada siapapun yang dia coba yakinkan.Dugaan saya adalah bahwa belum ada keputusan apapun dan bahwa masih ada  Ducati "baru" terakhir  untuk diperkenalkan paling lambat di Perancis. Saya setuju dengan Pernat bahwa, kecuali ada perbaikan yang signifikan, Rossi tetap akan ingin keluar. Tapi apakah ia selesai musim ini atau tidak akan tergantung pada bagaimana kontrak telah ditulis, dan, akhirnya, jika evolusi Ducati berikutnya adalah bukan perubahan besar, maka sepertinya Ducati ingin memperpanjang aliran publikasi negatif untuk Ducati sendiri.Waktu akan berbicara.


(Sumber: Dennis Noyes, dari www.moto-racing.speedtv.com)

Tidak ada komentar: