Jorge Lorenzo boleh menjadi pemenang balapan MotoGP yang digelar di Le Mans, tapi hampir semua yakin Valentino Rossi lah yang menjadi bintang balapan yang digelar hari Minggu tersebut. Boleh dibilang, semua perhatian tertuju pada pertarungan antara Rossi dengan Stoner. Kita seakan dibawa ke nuansa balapan beberapa tahun yang lalu, dimana Valentino Rossi sedang jaya-jayanya. Kita disuguhi balapan yang menegangkan, bahkan sampai pada lap terakhir! Beberapan rekan sempat berujar, wah Rossi is back! Kita seakan lupa pergulatan panjang Valentino Rossi bersama Ducati demi memperoleh motor yang kompetitif. Kita disuguhi balapan yang Rossi banget, dimana Rossi bisa memberikan tekanan pada Stoner, mengkandaskan Cal Crutchlow, untuk kemudian menyalip Stoner beberapa tikungan sebelum finish, untuk akhirnya merengkuh podium kedua, yang merupakan hasil terbaik Rossi bersama Ducati.
Sampai sekarang
belum ada yang bisa menjelaskan, kenapa Ducati bisa lebih kompetitif di
lintasan basah. Melihat kenyataan ini, sepertinya Rossi tidak menyia-nyiakan
kesempatan langka tersebut, dengan memacu Desmosedici sampai batas maksimal
untuk mempersembahkan podium kedua buat
Ducati.
Seperti
biasa, Rossi melontarkan joke tentang
lomba yang baru saja dilaluinya. “Sepertinya saya jadi ingin balapan di tempat
yang sering hujan,” kata Rossi yang di
lomba Le Mans itu menorehkan catatan lap tercepat. “Tentu bukan begitu maksud
saya. Yang jelas saya tahu, bahwa dalam kondisi seperti inilah saya punya
kesempatan untuk podium, sehingga yang saya perlukan hanyalah konsentrasi dan
mengerahkan kemampuan maksimum.”
Begitu
sampai di belakang Stoner pada lap ketiga, sebenarnya Rossi sudah mendapatkan
ritme yang pas buat dirinya. Namun gangguan pada kaca helmnya yang berembun membuat Rossi
sempat menjauh dari Stoner, dan duet Tech 3 Yamaha datang mendekat. Namun perlahan dia bisa lepas dari kuntitan
dua pembalap satelit Yamaha tersebut, untuk kembali bertempur dengan Stoner.
Nah, dengan
Stoner inilah pertarungan klasik tersaji. Berulangkali mereka saling menyalip,
dan akhirnya dengan overtake khas
Rossi, dia menyalip Stoner untuk kemudian merengkuh podium kedua. Podium yang,
setelah sekian lama, mungkin untuk Rossi
begitu terasa membahagiakan.
Meski
bertarung sengit di akhir balapan, kedua pembalap saling memuji setelah finish.
Mereka saling mengacungi jempol. Seakan
melupakan perseteruan mereka setahun lalu setelah insiden jatuhnya Rossi yang juga membuat Stoner jatuh.
Meski cukup senang, Ducati tidak melupakan kenyataan bahwa mereka hanya kompetitif di
lintasan basah. “Sekarang kita tetap harus fokus dalam pengembangan Ducati ini.
Kita sudah punya dasar yang bagus yang kami dapat di Portugal, dan di saat
kering di Le Mans pun kami tidak terlalu jelek. Dan sekarang tujuan utama kami adalah
melangkah lagi, dan memangkas lagi gap dari barisan terdepan.”
Meski
bahagia, Rossi tidak melupakan kenyataan bahwa mereka hanya kompetitif di
lintasan basah. “Sekarang kita tetap harus fokus dalam pengembangan Ducati ini.
Kita sudah punya dasar yang bagus yang kami dapat di Portugal, dan di saat
kering pun kami tidak terlalu jelek. Dan sekarang tujuan utama kami adalah
melangkah lagi, dan memangkas gap dengan barisan terdepan.”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar